Hari Peduli Sampah - Aksi Pungut Sampah

Hari Peduli Sampah - Aksi Pungut Sampah

Salam lestari!!!

Salam konservasi!!!

Hari peduli sampah nasional jatuh pada tanggal 21 Februari. Peringatan hari peduli sampah sendiri dicanangkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup untuk pertama kalinya pada tahun 2006. Peringatan hari peduli sampah ini dilatar belakangi peristiwa di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada 21 Februari 2005, dimana pada waktu itu terjadi hujan lebat serta ledakan gas metana (CH4) pada tumpukan sampah yang akhirnya peristiwa tersebut merenggut lebih dari 100 jiwa dan dua kampung hilang dari peta akibat tergulung oleh longsoran sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir Leuwigajah. Sehingga tragedi tersebut memicu dicanangkannya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati tepat di tanggal insiden itu terjadi hingga sekarang. Selain itu tujuan diperingatinya hari peduli sampah nasional adalah untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) dalam pengelolaan sampah mengingat program pemerintah Indonesia yang menargetkan Indonesia bebas sampah pada tahun 2020.

Di Indonesia sendiri hari peduli sampah nasional banyak diperingati oleh berbagai masyarakat, mulai dari komunitas, organisasi masyarakat, dinas-dinas pemerintahan, sekolah-sekolah, perguruan tinggi dan lain-lain, tidak terkecuali HIMBIOR..

HIMBIOR??  Apa itu??

Nah, sebelum melangkah ke baris selanjutnya, ada baiknya kalau kita mengenal apa itu HIMBIOR terlebih dahulu. HIMBIOR adalah singkatan dari Himpunan Mahasiswa Biologi Ronggolawe yang merupakan perkumpulan mahasiswa jurusan Biologi fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban. Sebenarnya HIMBIOR telah vakum tidak mengadakan kegiatan selama bebrapa waktu, dan kegiatan pungut sampah pada hari peduli sampah nasional ini merupakan kegiatan perdana HIMBIOR yang telah lama vakum sekaligus menunjukkan kepada UNIROW dan masyarakat bahwa HIMBIOR itu ada.

Peringatan hari peduli sampah oleh HIMBIOR dilakukan di pantai sebelah barat Rest area Tuban. Pemilihan lokasi tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan, diantaranya adalah karena Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang sampah terbanyak didunia dan kabupaten Tuban sendiri merupakan salah satu kabupaten yang memiliki garis pantai yang panjang. Selain alasan tersebut kawasan pantai Rest Area tuban merupakan kawasan pantai yang berada di jalur pantura dan dimanfaatkan sebagai kawasan rekreasi sehingga kawasan tersebut dipilih sebagai lokasi aksi pungut sampah.

Tanggal 19 Februari dipilih sebagai waktu pelaksanaan aksi pungut sampah. Pemilihan tanggal tersebut didasarkan oleh beberapa hal, karena pelaksanaannya di kawasan pantai maka hal utama yang harus diperhatikan adalah pasang surut air laut yang berhubungan dengan kalender Hijriyah. Tanggal 19 Februari sama dengan tanggal 22 Jumadil Awal jika pada kalender Hijriyah, sehingga laut berada pada kondisi surut, selain itu tanggal 19 Februari bertepatan dengan hari Minggu sehingga diperkirakan banyak peserta yang akan hadir pada acara ini. Sebenarnya tanggal tersebut dua hari lebih maju dibanding tanggal peringatan peduli sampah yang seharusnya diperingati pada 21 Februari. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat dan antusias dari para peserta yang berpartisipasi dalam acara tersebut.

Acara dimulai pada pukul 08:15 WIB, dan diawali dengan sambutan ketua panitia, kemudian sambutan oleh Rektor UNIROW Tuban serta penyerahan kantong kersek oleh rektor UNIROW kepada salah satu peserta secara simbolis kemudian briefing dan acara intinya yaitu aksi pungut sampah. Acara ini banyak dihadiri oleh perwakilan UKM dan Himpunan mahasiswa jurusan dari UNIROW, dinas-dinas pemrintahan, dan komunitas-komunitas yang ada di Tuban, seperti Media Informasi Orang Tuban (MIOT), Blusukan Alam Tuban (BAT), Gabungan Anak Ronggolawe Tuban (GARONG'T), Club Motor Tuban, PATEK dan masih banyak lagi. Panasnya matahari tidak menjadi penghambat bagi peserta yang hadir. Semilir angin laut menambah semangat bagi peserta untuk memunguti sampah pada pantai tersebut. Para peserta memunguti sampah sesuai dengan daerah yang telah diberi tanda oleh panitia. Setelah sampai pada batas akhir sampah-sampah yang dikumpulkan pada kantong plastik dikumpulkan menjadi satu yang nantinya sampah tersebut dibuang pada TPA.

Setelah acara pungut sampai selesai, dilanjutkan acara penyerahan kenang-kenangan dari HIMBIOR berupa tempat sampah oleh Rektor UNIROW kepada Bank sampah yang diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat danmampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Selanjutnya para peserta diarahkan menuju rest area untuk istirahat serta pembagian konsumsi yang diisi dengan sharing dari berbagai komuntas yang hadir untuk menambah keakraban antara komunitas-komunitas yang ada. Kemudian acara ditutup pukul 11:00 WIB.

Diharapkan kegiatan seperti ini selalu berkesinambungan. dan juga dapat menumuhkan kesadaran bagi masyarakat tentang pentingnyamenjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, tentunya dengan koordinasi dan kerjasama antara pemerintah dan seluruh masyarakat yang terjalin dengan baik. dengan terciptanya lingkungan yang bersih dan bebas sampah tentunya kelestarian dan keseimbangan lingkungan akan terjaga :) .(Nia.Red)

 

 

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar